TUGAS KHUSUS 2A – PRINSIP KOPERASI

NAMA            : Syukron Maulana Malik
NPM               : 26210813
KELAS          : 2 EB 22

PRINSIP KOPERASI MENURUT PARA AHLI

PRINSIP MUNKER

  • Keanggotaan bersifat sukarela
  • Keanggotaan terbuka
  • Pengembangan anggota
  • Identitas sebagai pemilik dan pelanggan
  • Manajemen dan pengawasan dilaksanakan secara demokratis
  • Koperasi sebagai kumpulan orang-orang
  • Modal yang berkaitan dengan aspek social tidak dibagi
  • Efisiensi ekonomi dari peruahaan koperasi
  • Perkumpulan dengan sukarela
  • Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan
  • Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi

PRINSIP ROCHDALE

  • Pengawasan secara demokratis
  • Keanggotaan terbuka
  • Bunga atas modal dibatasi
  • Pembagian SHU sebanding dengan jasa para anggota
  • Penjualan sepenuhnya tunai
  • Barang yang dijual harus asli
  • Pendidikan koperasi
  • Netral

PRINSIP KOPERASI UU NO.25 / 1992

  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
  • Pembagian SHU dilakukan secara adil dengan jasa usaha masing- masing anggota
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian
  • Pendidikan koperasi

CONTOH KASUS

1.     SAMARINDA – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Etam Mandiri Sejahtera (EMS) yang kini dililit permasalahan likuiditas ternyata belum pernah diaudit eksternal oleh akuntan publik. Hal itu diakui Ketua KSP EMS Agustinus Djiu.

“Belum, sedang diupayakan untuk ke depan,” jawab Agustinus saat ditanya apakah koperasi yang didirikannya tahun 2003 pernah diaudit secara eksternal. Kalau audit internal, menurut Agustinus, dilakukan setiap tahun.

Seperti diberitakan, KSP EMS yang memusatkan kegiatannya di Jalan DI Panjaitan, Perkantoran City View No 09 Samarinda Utara menghadapi persoalan keuangan. Sejumlah kantor cabangnya di Sangatta, Tenggarong dan Balikpapan ditutup. Di Bontang masih buka, namun tak ada aktifitas. Kecuali di Penajam Paser Utara (PPU) yang anggotanya hanya sekitar 100 orang. Menurut Agustinus, masalah ini diakibatkan oleh banyaknya dana macet yang dipinjam anggota, yang umumnya kalangan usaha kecil, seperti perdagangan di pasar.

Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Zamruddin Hasid mengatakan, audit eksternal seharusnya dilakukan. “Itu kewajiban setiap koperasi, dan harus dilakukan oleh akuntan publik,” ujarnya.

Melihat permasalahan di koperasi EMS, rektor Unmul ini mengatakan, kemungkinan ada dua penyebab. Pertama, dana anggota diinvestasikan ke bidang usaha lain yang tidak produktif, sehingga akhirnya modal tidak kembali. Kedua, tidak adanya audit eksternal sebagai bentuk pengawasan.

Senada, Dekan Fakultas Ekonomi Unmul Anis Rachma mengatakan, pengawasan utama koperasi sebenarnya ada di audit eksternal. “Sayangnya, selama ini pembinaan yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM dianggap pengurus koperasi sebagai audit eksternal. Padahal itu sangat berbeda,” jelasnya.

Dinas Koperasi dan UKM, menurut Anis, sifatnya hanya membina, bukan mengaudit. Sementara audit eksternal dilakukan pihak yang independen, yakni akuntan publik. Muaranya adalah opini yang menyatakan bagaimana keadaan keuangan koperasi tersebut.

Lalu, apakah ada sanksi bagi koperasi yang tidak melaksanakan kewajiban audit eksternal? Menurut Anis, tidak ada sanksi mengikat. “Kecuali kalau anggota koperasi menuntutnya,” kata Anis. Tetapi, dia menambahkan, banyak koperasi yang bermasalah ketika tidak ada audit eksternal.

Tidak adanya pengawasan yang baik memang ditengarai menjadi penyebab koperasi ini terbelit kredit macet di ribuan peminjam yang merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sementara, anggota lainnya yang menyimpan uang di sana, meminta dikembalikan dananya.

Mengenai kredit macet itu, Agustinus mengatakan, sudah berangsur lancar. Dia mengatakan, sudah sekitar 30-40 persen peminjam di koperasinya, mulai membayar. “Kami terus mengintensifkan penagihan. Ada yang sudah bayar, ada juga yang baru janji,” katanya.

Selain itu, dia kembali menegaskan, paling tidak akhir Maret ini, kesulitan keuangan dapat teratasi. “Banyak yang bersimpati kepada koperasi ini, karena kami membantu UMKM,” ujar Agustinus.

Menurutnya, beberapa orang yang bersimpati itu siap menjadi anggota dan menyuntikkan dana untuk memulihkan koperasi yang punya 8 cabang ini.

Menurut Agus, selama ini laba yang dihasilkan koperasi tak besar-besar amat. Namun dia enggan menyebutkan angka. Beberapa tahun terakhir, kata dia, ada sedikit laba. “Belum bisa mendapat laba besar, karena yang dibina usaha-usaha kecil mikro yang tidak dibiayai bank,” tambahnya.

Laba itu yang dibagi sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU). “Kalau tidak ada laba, ya tidak ada SHU,” ujar Agustinus.

Tapi, SHU biasanya tidak dibagikan, melainkan ditambahkan ke modal. Itu dikarenakan jumlahnya tidak besar. Keputusan membagi atau menyertakan SHU ke modal diambil di Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Mengenai RAT ini, Kepala Bidang Pengawasan dan Monitoring, Dinas Koperasi dan UKM Samarinda Siti Jaujah menyarankan pengurus EMS sesegera mungkin menggelar rapat anggota. Tujuannya, menyampaikan kondisi keuangan dan pelaksanaan kegiatan selama tahun 2010.

Dalam rapat tahunan itu, menurut Siti, juga untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil guna memulihkan kondisi koperasi. Tak hanya itu, Dinas Koperasi dan UKM juga meminta segera ada audit internal oleh pengawas dan audit eksternal dari akuntan publik.

“Kami juga minta agar pengurus juga melaporkan hasil rapat anggota ke Dinas Koperasi dan upaya apa saja yang akan dilakukan untuk menyelesaikan persoalan itu,” katanya.

Menanggapi saran itu, Agustinus mengatakan, RAT di EMS biasanya digelar Maret atau April.

“Tahun ini, mungkin akan dilaksanakan akhir Maret,” sebutnya. Selain itu, selama ini menurut Agustinus, RAT EMS selalu mengundang Dinas Koperasi dan UKM serta melaporkannya. Sementara audit internal juga selalu dilakukan.

Sementara, Bambang Is Widiantoro, Pengawas Bank di Bank Indonesia (BI) Samarinda menyebut pentingnya pengawasan koperasi simpan pinjam itu oleh Dinas Koperasi dan UKM. Sama pentingnya seperti pengawasan BI terhadap Bank Perkreditan Rakyat.

“Prinsip dapurnya sama antara KSP dan BPR. Koperasi boleh menerima simpanan dan memberikan pinjaman kepada anggota. Jika penggalangan dana bukan dari anggota, itu melanggar undang-undang,” jelasnya.

Undang-undang (UU) dimaksud Bambang adalah UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan UU RI No 10 Tahun 1998, BAB IV Perizinan, Bentuk Hukum, dan Kepemilikan, pasal 16. Bunyinya: Setiap pihak yang melakukan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan wajib, terlebih dahulu memperoleh izin usaha sebagai bank umum atau bank perkreditan rakyat dari pimpinan BI, kecuali apabila kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dimaksud, diatur dengan UU tersendiri.

“Jika melanggar, ancamannya cukup berat,” kata Bambang. Yakni, ancaman pidana penjara sekurang-kurangnya 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Atau, denda sekurang-kurangnya Rp 10 miliar dan paling banyak Rp 200 miliar.(wwn)

2.     Koperasi yang berdiri tanggal 17 Desember 1998 di Manggar Balikpapan (Kaltim Post 15 Agustus 2010) benar-benar bikin heboh. Kasusnya terkait penerimaan dana bergulir APBN 2004 sebesar Rp1,35 miliar dari Pos Kementerian Negara Koperasi dan UKM. Dana bergulir itu bukan bergulir ke anggota, tapi jatuhnya bergulir ke kantong pribadi ketuanya, Dwi Setio. Kini sang ketua kabur dan jadi buron. Yang mengejutkan, ternyata Koperasi Hidup Baru itu sudah vakum setahun sebelum pencairan bantuan. Kelayakan sebagai penerima dana bergulir inilah yang menjadi temuan Kejati dan masuk ranah hukum.

Cara Penyelesaian:

Dalam cara penyelesaiannya, penulis tidak membahas mengenai aspek hukumnya. Yang ingin penulis kupas seputar eksistensi koperasi secara umum. Secara definisi, koperasi itu merupakan jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang bekerjasama, berprinsip gerakan ekonomi kerakyatan, berazas kekeluargaan. Dalam UUD kita, Koperasi

 

sumber :

http://clipmart.blogspot.com/2010/12/prinsip-koperasi-menurut-para-ahli.html

http://www.kaltimpost.co.id

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: