Contoh Silogisme Kategorial

Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:

Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)

Kaktus adalah tumbuhan (premis minor).

∴ Kaktus membutuhkan air (Konklusi)

Hukum-hukum Silogisme Katagorik.

Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.

Contoh:

Semua karyawan yang baik masuk tepat waktu (mayor).

Sebagian karyawan masuk tidak tepat waktu (minor).

∴ Sebagian karyawan tidak baik (konklusi).

Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.

Contoh:

Semua tempat kotor tidak disenangi (mayor).

Sebagian tempat di Indonesia kotor (minor).

∴ Sebagian tempat di Indonesia tidak disenangi (konklusi).

Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.

Contoh:

Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).

Bachtiar adalah politikus (premis 2).

Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).

Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.

Contoh:

Mawar bukan tumbuhan (premis 1).

Melati bukan tumbuhan (premis 2).

Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan

Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.

Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.

Contoh:

Mawar adalah tumbuhan.(premis 1)

Melati bukan mawar.(premis 2)

∴ Mawar bukan tumbuhan ?

Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif

Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.

Contoh:

Bulan itu bersinar di langit.(mayor)

Januari adalah bulan.(minor)

∴ Januari bersinar dilangit?

Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklusinya.

Contoh:

Kucing adalah binatang.(premis 1)

Domba adalah binatang.(premis 2)

Beringin adalah tumbuhan.(premis3)

Sawo adalah tumbuhan.(premis4)

sumber :
 http://dhikamiracle.wordpress.com/2010/05/25/contoh-kalimat-dalam-aturan-umum-silogisme%C2%A0kategorial/
renimariaug.blogspot.com/2010/03/silogismekategorial.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: