Tugas 4 Bahasa Inggris 2#

Pacaran, budaya yang mulai diterima di setiap kalangan, jika pada awalnya pacaran hanya dilakukan oleh beberapa orang yang sudah berusia cukup dewasa sekarang pacaran dilakukan hampir semua orang dari remaja sampai orang tua. Pacaran yang awalnya tabu kini mulai dianggap hal yang biasa atau bahkan diwajibkan bagi sebagian kalangan. Dengan alasan apabila tidak pacaran akan dianggap kuno, tidak laku, atau yang lebih parah pria yang tidak berpacaran akan dianggap sebagai homoseksual.
Padahal menurut saya pacaran tidak pantas dilakukan baik oleh remaja maupun mereka yang sudah dewasa, atau setidaknya pacaran bukan merupakan sesuatu yang wajib dilakukan. Karena pada prakteknya pacaran akan menimbulkan masalah-masalah yang diciptakan karena adanya aturan-aturan yang dilanggar. Pada awalnya aturan-aturan ini dimaksudkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan tetapi aturan itu sudah diperhalus sehingga terciptalah aturan yang bebas yang dapat dibuat oleh siapa saja. Berapa usia yang pantas jika ingin berpacaran? Pacaran tentunya hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah dewasa dimana ia dapat membedakan antara baik dan buruk suatu keputusan baik bagi dirinya maupun orang lain. Akan tetapi usia seseorang tidak mutlak menandakan bahwa seseorang itu sudah dewasa. Jadi, tidak ada usia yang benar-benar tepat bagi seseorang untuk berpacaran. jika harus memilih, saya akan memilh usia dimana kita benar-benar siap untuk menikah.
Orang tua yang pada awalnya merupakan alat kontrol bagi pelaku pacaran agar para pelaku pacaran tidak terlalu jauh bertindak. Orang tua kini dianggap sebagai penggangu. Sehingga banyak pelaku pacaran yang tidak menyukai ikut campur peran orang tua dalam hubungan mereka. Peran orang tua dalam suatu hubungan itu penting adanya, dan akan tetap berlaku sampai kapanpun. Sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk menolak peran serta orang tua. Kekerasan dalam hubungan pacaran pada umumnya terjadi karena sikap ingin melindungi yang berlebihan. Hal ini lebih akrab disebut posesif, hal ini juga memicu terjadinya kekerasan fisik. Gejala awalnya adalah salah satu pasangan dipaksa atau merasa terpaksa melakukan hal yang tidak nyaman bagi dirinya seperti, laporan setiap ingin melakukan sesuatu, dilarang melakukan sesuatu tanpa izin pasangannya, dan lain-lain
Cara mengatasinya adalah berkomunikasi lebih baik, yaitu komunikasi secara dua arah. Komunikasi seperti ini sangat penting dalam suatu hubungan. Karena adanya penyampaian pendapat dari kedua belah pihak secara jelas dan dapat dimusyawarahkan bersama-sama. Cara lain yang efektif adalah memutuskan hubungan. Seringkali gangguan yang kita dapatkan saat berpacaran berlanjut bahkan setelah kita putus hubungan dengan pasangan kita. Pada keadaan ini sangat diperlukan bantuan dari para ahli mulai dari awal hingga akhir. Seperti apabila kita mendapat gangguan ditempat tinggal kita, kida dapat langsung bisa melapor kepada pejabat setempat atau jika sudah sangat meresahkan kita dapat melapor ke polisi. Apabila kita tertekan secara mental psikiater adalah tempat yang tepat untuk setidaknya meringankan masalah kita.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: